Selasa, 11 November 2014

CERPEN KEPERGIAN PEREMPUAN MISTERIUS



KEPERGIAN PEREMPUAN MISTERIUS

Setahun lamanya, setelah kepergian velove. Semakin menambah suasana mistis itu di kelas velove di kenal sebagai siswi paling misterius di kelas XI.ips2 , dia selalu mengisi hari- harinya dengan merenung di bawah pohon yang rindang di tepi sekolah tersebut, teman-temannya selalu bertannya apa yang terjadi dengan velove ? mengapa dia selalu menyembunyikan jati dirinya dari teman-temanya velove memang termasuk siswi baru di kelas itu, tetapi dua minggu setelah bersekolah ia di kabarkan meninggal secara tragis di sebuah rumah tua di kawasan belakang sekolah. Setelah kepergiannya ia meninggalkan jejak yang sangat misterius tanpa seorangpun yang tahu penyebab kematiannya bahkan polisi hanya dapat menyimpulkan bahwa velove nmeninggal akibat bunuh diri, tetapi sebagian orang berfikir sepertinya tidak mungkin velove menghabisi dirinya sendiri dengan luka sayatan di sekujur tubuhnya.
Beberapa orang dan sebagian temannya mendatangi TKP [tempat kejadian perkara] di sana mereka hanya menyaksikan rumah tua yang lapuk itu. Tidak ada sedikit pun dipikiran mereka terlintas “ apa penyebab kematian velove” karena kedatangan beberapa orang tersebut hanya ingin mengetahui seperti apa tempat kejadian peristiwa tragis itu.
Diky,Ricky dan Varen adalah teman sekelas velove, mereka yang dikenal cukup dekat dengan perempuan misterius itu. Mereka bertiga sangat terpancing untuk mengetahui sekaligus mengungkap misteri kepergian velove. Keesokan harinya mereka bertiga sepakat untuk mendatangi kembali rumah tua itu, dengan berharap dapat menemukan jejak misterius yang tersembunyi.
Tepat pukul 20 : 00, kebetulan rickhy mempunyai rumah dekat dengan sekolah sehingga ia hanya dapat menunggu teman-temannya menjemputnya, sudah sekitar 10 menit ricky menunggu teman-temannya, tetapi mereka tak kunjung datang, akhirnya ia memutuskan untuk pergi lebih dulu kerumah tua tersebut, memang di antara mereka bertiga, hanyalah ricky lah yang mempunyai rasa penasaran dan ingin tahu yang sangat tinggi, kalau teman-temannya selalu menyebutnya si raja kepo, dengan menarik nafas panjang ia melangkahkan kakinya menuju rumah tua tersebut, disepanjang jalan ia berusaha menghubungi dian dan varen tetapi tidak bisa.
Setelah beberapa saat timbullah rasa takut yang membuat tubuhnya gemetar, sedikit demi sedikit keringatnya mulai bercucuran dalam hati ia hanya bisa berdoa, sekalipun doa apa yang ia panjatkan entah kenapa setelah ia melewati pohon besar di pinggir sekolah keadaan berputar sangat cepat, mulanya ia tidak secemas ini, tetapi setelah hampir sampai dirumah tua itu seakan-akan ia berada dalam gua yang sangat gelap gulita, hanyalah suara krik dan dedaunan yang saling bergesekan,sesekali ia menoleh kebelakang berharap dian dan varen segera menyusulnya, tetap tidak ada sedikit pun tanda-tanda kedatangan mereka hanya lah suara jejak kaki ricky yang paling menonjol di atas dedaunan kering yang berserakan di halaman rumah tua tersebut, rasa takutnya pun bertambah setelah melihat beberapa ekor kucing hitam berkeliaran di pinggir rumah tua itu. Entah apa yang ada di pikiran ricky saat itu, ia hanya bisa diam dengan tubuh gemetaran dan mata memandang suasana disekeliling rumah tua itu yang penuh dengan suasana mistis.
Jam menunjukan pukul : 21.06, belum ada tanda-tanda kedatangan kedua temannya itu, di dalam hatinya tercampur sejuta rasa dari cemas,kesal,takut dan penasaran yang sangat dalam, ia kembali melangkah kakinya sedikit demi sedikit sampai dirumah tua itu. Dengan tangan yang basa dan gemetaran ia memegang gagang pintu yang sudah hampir terlepas dari pintu itu. Setelah beberapa saat ricky terdiam mendengar jejak kaki dari semak-semak yang tepat berada di depannya, sambil sesekali mengedipkan mata ia tetap memfokuskan pandangannya kesemak itu dengan harapan temannya muncul dari situ. Teryata dugaannya benar, tiba-tiba cahanya muncul dari itu cahaya dari senter yang di genggam oleh dian dan varen. Dengan legah ricky menarik nafas panjang, dengan muka sedikit kesal, ia berkata “ kenapa lama sekali kalian datang? Dian pun menjawab, tadi motor valen mogok jadi kami harus mencari bengkel terdekat, tiba-tiba cerita mereka terhenti setelah terlintas angin yang cukup keras menghantam pintu yang ada di hadapan mereka. Seketika juga mereka panik dan ingin berlari  tetapi rasa penasaran itu yang membuat mereka menghentikan langkahnya.
Wajah mereka saling berhadapan sambil memasuki ruang pertama di rumah itu, setelah berada di dalam mereka berpencar, dengan harapan mendapatkan jejak yang mereka cari, setelah melewati beberapa ruang, varen menemukan sapu tangan yang dapat di jadikan barang bukti, hari semakin malam udara sekeliling pun terasa dingin. Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Malam itu terasa sangat panjang meskipun sebenarnya mereka hanya beberapa menit berada di rumah tua itu. Dengan rasa kecewa mereka pun mengambil langkah untuk pulang, disepanjang jalan mereka bertiga mengatakan, mungkin dugaan polisi itu benar bahwa velove meninggal itu karna bunuh diri.
Keesokan harinya mereka berangkat kesekolah sebagaimana biasanya, hari demi hari mereka masi berusaha mengungkapkan misteri itu, tetapi tidak berhasil juga, hingga tiba  putus asa  datang, karena sekian lama mereka ingin memecahkan masalah ini tetapi masih juga gagal total.
Hari ini mereka pun dilalui kembali dengan bahagia, sambil berharap velove tenang di sana. Begitu lah cerita tentang siswi XI.ips2 yang datang dengan penuh misteri begitupun pergi ia meninggalkan jejak-jejak yang sangat misterius.

Sekian






Tidak ada komentar:

Posting Komentar